Kamis, 11 April 2013

TUGAS 1


A.     FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INVESTASI DALAM PEREKONOMIAN SUATU NEGARA

1. Suku Bunga
Suku bunga merupakan faktor yang sangat penting dalam menarik investasi karena sebagian besar investasi biasanya dibiayai dari pinjaman bank. Jika suku bunga pinjaman turun maka akan mendorong investor untuk meminjam modal dan dengan pinjaman modal tersebut maka ia akan melakukan investasi.

2. Pendapatan nasional per kapita untuk tingkat negara (nasional) dan PDRB per kapita untuk tingkat propinsi dan Kabupaten atau Kota
Pendapatan nasional per kapita dan PDRB per kapita merupakan cermin dari daya beli masyarakat atau pasar. Makin tinggi daya beli masyarakat suatu negara atau daerah (yang dicerminkan oleh pendapatan nasional per kapita atau PDRB per kapita) maka akan makin menarik negara atau daerah tersebut untuk berinvestasi.

3. Kondisi sarana dan prasarana
Prasarana dan sarana pendukung tersebut meliputi sarana dan prasarana transportasi, komunikasi, utilitas, pembuangan limbah dan lain-lain. Sarana dan prasarana transportasi contohnya antara lain :
jalan, terminal, pelabuhan, bandar udara dan lainlain. Sarana dan prasrana telekomunikasi contohnya: jaringan telepon kabel maupun nirkabel, jaringan internet, prasarana dan sarana pos. Sedangkan contoh dari utilitas adalah tersedianya air bersih, listrik dan lain-lain.

4. Birokrasi perijinan
Birokrasi perijinan merupakan faktor yang sangat penting dalam mempengaruhi investasi karena birokrasi yang panjang memperbesar biaya bagi investor. Birokrasi yang panjang akan memperbesar biaya bagi pengusaha karena akan memperpanjang waktu berurusan dengan aparat. Padahal bagi pengusaha, waktu adalah uang. Kemungkinan yang lain, birokrasi yang panjang membuka peluang oknum aparat pemerintah untuk menarik suap dari para pengusaha dalam rangka memperpendek birokrasi tersebut.

5. Kualitas sumberdaya manusia
Manusia yang berkualitas akhir-akhir ini merupakan daya tarik investasi yang cukup penting. Sebabnya adalah tekhnologi yang dipakai oleh para pengusaha makin lama makin modern. Tekhnologi modern tersebut menuntut ketrampilan lebih dari tenaga kerja.
           
6. Peraturan dan undang-undang ketenagakerjaan
Peraturan undang-undang ketenagakerjaan ini antara lain menyangkut peraturan tentang pemutusan hubungan kerja (PHK), Upah Minimum, kontrak kerja dan lain-lain.

7. Stabilitas politik dan keamanan
Stabilitas politik dan keamanan penting bagi investor karena akan menjamin kelangsungan investasinya untuk jangka panjang.

8. Pengaruh Nilai tukar
Secara teoritis dampak perubahan tingkat / nilai tukar dengan investasi bersifat uncertainty (tidak pasti). Shikawa (1994), mengatakan pengaruh tingkat kurs yang berubah pada investasi dapat langsung lewat beberapa saluran, perubahan kurs tersebut akan berpengaruh pada dua saluran, sisi permintaan dan sisi penawaran domestik. Dalam jangka pendek, penurunan tingkat nilai tukar akan mengurangi investasi melalui pengaruh negatifnya pada absorbsi domestik atau yang dikenal dengan expenditure reducing effect. Karena penurunan tingkat kurs ini akan menyebabkan nilai riil aset masyarakat yang disebabkan kenaikan tingkat harga-harga secara umum dan selanjutnya akan menurunkan permintaan domestik masyarakat. Gejala diatas pada tingkat perusahaan akan direspon dengan penurunan pada pengeluaran / alokasi modal pada investasi.
Pada sisi penawaran, pengaruh aspek pengalihan pengeluaran (expenditure switching) akan perubahan tingkat kurs pada investasi relatif tidak menentu. Penurunan nilai tukar mata uang domestik akan menaikkan produk-produk impor yang diukur dengan mata uang domestik dan dengan demikian akan meningkatkan harga barang-barang yang diperdagangkan / barang-barang ekspor (traded goods) relatif terhadap barang-barang yang tidak diperdagangkan (non traded goods), sehingga didapatkan kenyataan nilai tukar mata uang domestik akan mendorong ekspansi investasi pada barang-barang perdagangan tersebut.

9. Tingkat Inflasi
Tingkat inflasi berpengaruh negatif pada tingkat investasi hal ini disebabkan karena tingkat inflasi yang tinggi akan meningkatkan resiko proyek-proyek investasi dan dalam jangka panjang inflasi yang tinggi dapat mengurangi rata-rata masa jatuh pinjam modal serta menimbulkan distrosi informasi tentang harga-harga relatif. Disamping itu menurut Greene dan Pillanueva (1991), tingkat inflasi yang tinggi sering dinyatakan sebagai ukuran ketidakstabilan roda ekonomi makro dan suatu ketidakmampuan pemerintah dalam mengendalikan kebijakan ekonomi makro.



B.      FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN DAN PERUBAHAN EKONOMI
Subandi, dalam bukunya Sistem Ekonomi Indonesia, menulis bahwa factor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia secara umum, adalah:
1.       factor produksi
2.      factor investasi
3.      factor perdagangan luar negeri dan neraca pembayaran
4.      factor kebijakan moneter dan inflasi
5.      factor keuangan negara
Sedangkan Tambunan, dalam bukunya Perekonomian Indonesia, menulis bahwa di dalam teoti-teori konvensional, pertumbuhan ekonomi sangat ditentukan oleh ketersediaan dan kualitas dari factor-faktor produksi seperti SDM, kapital, teknologi, bahan baku, enterpreneurship dan energi.  Akan tetapi, factor penentu tersebut untuk pertumbuhan ekonomi jangka panjang, bukan pertumbuhan jangka pendek.
Dengan kata  lain, pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini akan lebih baik, sama atau lebih buruk dari tahun 2000 lebih ditentukan oleh factor-faktor yang sifatnya lebih jangka pendek, yang dapat dikelompokkan ke dalam factor internal dan eksternal.
Factor eksternal didominasi oleh factor-faktor ekonomi, seperti perdagangan internasional dan pertumbuhan ekonomi kawasan atau dunia.

1.       Faktor-faktor Internal
a.      Factor ekonomi, antara lain:
·         Buruknya fundamental ekonomi nasional
·         Cadangan devisa
·         Hutang luar negeri dan ketergantungan impor
·         Sector perbankan dan riil
·         Pengeluaran konsumsi
b.      Faktor non ekonomi, antara lain:
·         Kondisi politik, social dan keamanan
·         PMA dan PMDN
·         Pelarian modal ke luar negeri
·         Nilai tukar rupiah

2.      Faktor-faktor Eksternal
1.      PERTUMBUHAN EKONOMI SEJAK PELITA I
            Melihat kondisi pembangunan ekonomi Indonesia sejak Pelita I tahun 1969 hingga krisis ekonomi terjadi akhir 1997, dapat dikatakan Indonesia mengalami proses pembangunan ekonomi yang spektakuler.  Keberhasilan ini dapat diukur dengan sejumlah indicator, dua di antaranya yang umum digunakan adalah tingkat pendapatan nasional per kapita dan laju pertumbuhan PDB per tahun.   Tahun 1968 pendapatan nasional per kapita masih sangat rendah hanya sekitar US$60.  jauh lebih rendah dibanding pendapatan nasional dari negara-negara berkembang lain pada saat itu, misalnya  India, Srilanka dan Pakistan.  Akan tetapi, sejak Pelita I dimulai pendapatan nasional Indonesia per kapita mengalami peningkatan setiap tahun dan akhir periode 1980an telah mendekati US$500.
            Menjelang pertengahan 1980an terjadi merosotnya harga minyak mentah di pasaran internasional dan terjadi resesi ekonomi dunia pada decade yang sama.  Hal ini menyebabkan laju pertumbuhan ekonomi Indonesia jauh lebih rendah dari periode-periode sebelumnya.  Beberapa negara lain di asia, seperti Malaysia, Filiphina, Thailand dan Taiwan juga mengalami hal yang sama.  Terkecuali Filiphina, merosotnya pertumbuhan ekonomi di Malaysia, Thailand dan Taiwan lebih lambat dibandingkan di Indonesia karena memang ketiga negara tersebut basisnya sudah lebih kuat dari ekonomi Indonesia.

2.      PERUBAHAN STRUKTUR EKONOMI
            Pembangunan ekonomi dalam jangka panjang, mengikuti pertumbuhan pendapatan nasional, akan membawa perubahan mendasar dalam struktur ekonomi, dari ekonomi tradisional dengan pertanian sebagai sector utama ke ekonomi modern yang didominasi sector non primer, khususnya industri manufaktur dengan increasing return to scale (relasi positif antara pertumbuhan output dan pertumbuhan produktivitas) yang dinamis sebagai mesin utama pertumbuhan ekonomi (Weiss, 1988).
            Meminjam istilah Kuznets, perubahan struktur ekonomi umum disebut transformasi structural dan dapat didefinisikan sebagai rangkaian perubahan yang saling terkait satu dengan lainnya dalam komposisi permintan agregat, perdagangan luar negeri (ekspor dan impor), dan penawaran agregat (produksi dan penggunaan factor-faktor produksi seperti tenaga kerja dan modal) yang diperlukan guna mendukung proses pembangunan dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan (Chenery, 1979).
1.      Teori
Teori perubahan structural menitikberatkan pembahasan pada mekanisme transformasi ekonomi yang dialami oleh negara-negara sedang berkembang, yang semula bersifat subsisten (pertanian tradisional) dan menitikberatkan sector pertanian menuju struktur perekonomian yang lebih modern yang didominasi sector non primer, khususnya industri dan jasa.  Ada 2 teori utama yang umum digunakan dalam menganalisis perubahan struktur ekonomi yakni dari Arthur Lewis (teori migrasi) dan Hollis Chenery (teori transformasi structural).
Teori Arthur Lewis pada dasarnya membahas proses pembangunan ekonomi yang terjadi di pedesaan dan perkotaan (urban).  Dalam teorinya, Lewis mengasumsikan bahwa perekonomian suatu negara pada dasarnya terbagi menjadi dua, yaitu perekonomian modern di perkotaan dengan industri sebagai sector utama.  Di pedesaan, karena pertumbuhan penduduknya tinggi, maka kelebihan suplai tenaga kerja dan tingkat hidup masyarakatnya berada pada kondisi subsisten akibat perekonomian yang sifatnya juga subsisten.  Over supply tenaga kerja ini ditandai dengan nilai produk marjinalnya nol dan tingkat upah riil yang rendah. 
Di dalam kelompok negara-negara berkembang, banyak negara yang juga mengalami transisi ekonomi yang pesat dalam tiga decade terakhir ini, walaupun pola dan prosesnya berbeda antar negara.  Hal ini disebabkan oleh perbedaan antar negara dalam sejumlah factor-faktor internal berikut:
1)      Kondisi dan struktur awal dalam negeri (economic base)
2)      Besarnya pasar dalam negeri
3)      Pola distribusi pendapatan
4)      Karakteristik industrialisasi
5)      Keberadaan SDA
6)      Kebijakan perdagangan LN


sumber :

Selasa, 12 Maret 2013

LOVE INDONESIA PROUD OF INDONESIA


LOVE INDONESIA PROUD OF INDONESIA

Republik Indonesia (RI) adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 13.487 pulau, oleh karena itu ia disebut juga sebagai Nusantara. Dengan populasi sebesar 237 juta jiwa pada tahun 2010, Indonesia adalah negara berpenduduk terbesar keempat di dunia dan negara yang berpenduduk Muslim terbesar di dunia, meskipun secara resmi bukanlah negara Islam. Bentuk pemerintahan Indonesia adalah republik, dengan Dewan Perwakilan RakyatDewan Perwakilan Daerah dan Presiden yang dipilih langsung. Ibukota negara ialah Jakarta.Dari Sabang sampai Merauke, Indonesia terdiri dari berbagai suku, bahasa dan agama yang berbeda. Semboyan nasional Indonesia, Bhinneka tunggal ika (“Berbeda-beda tetapi tetap satu”), berarti keberagaman yang membentuk negara. Selain memiliki populasi padat dan wilayah yang luas, Indonesia memiliki wilayah alam yang mendukung tingkat keanekaragaman hayati terbesar kedua di dunia. (http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia)
PEMERINTAHAN

Pemerintahan di Indonesia menganut sistem pemerintahan presidensil berdasarkan UUD 1945. Namun banyak bagian-bagian sistem pemerintahan parlementer yang masuk kedalam sistem pemerontahn Indonesia. Sehingga dapat dikatan bahwa sistem pemerintahan Indoneisa adalah sistem gabungan antara presindesil dan parlementer. Indonesia semdri juga telah mengalami beberapakali perubahan dalam sistem pemerintahannya. Indonesia pernah manganut sistem kabinet parlementer (1945-1949), pada rentan waktu tahun 1945-1949 Indonesia menganut sistem pemerintahan parlementer yang semu. Indonesia masih menganut sistem pemerintahan parlementer dengan demokrasi liberal yang masih bersifat semu (1950-1959). Lalu Indonesia mengaut sistem pemerintahan secara demokrasi terpimpin (1959-1966). Karena terjadi perbedaan pelaksanaan sistem pemerintahan menurut UUD1945 sebelum UUD1945 diamandemen dan setelah terjadi amandemen UUD1945 pada tahun 1999-2002. Berikut ini adalah perbedaan sistem pemerintahan sebelum terjadi amandemen dan setelah terjadi amandemen UUD1945 :
1.       Sebelum terjadi amandemen
·         MPR menerima kekuasaan tertinggi dari rakyat
·         Presiden sebagai kepala penyelenggara pemerintah
·         DPR berperan sebagai pembuat UU
·         BPK berperan sebagaibadan pengaudit keungan
·         DPA berfungsi sebagai pemberi saran/pertimbangan kepada presiden / pemerintah
·         MA berperan sebagai lembaga pengadilan dan pengaturan yang diterbitkan pemerintah
2.      Setelah terjadi amandemen
·         Kekuasaan legislatif lebih dominan
·         Presiden tidak dapat membubarkan DPR
·         Rakyat memilih secara langsung pesiden dan wakil preside
·         MPR tidak berperan sebagai lembaga tertinggi
·         Anggota MPR terdiri dari seluruh anggota DPR ditambah anggota DPD yang dipilih secara langsung oleh rakyat.
Selain itu Predisen di Indonesia juga telah mengalami perubahan kepemimpinan sebanyak 12 kali periode pemilu dan 6 presiden serta 11 wakil presiden :
                   1.      Ir. Soekarna dan Moh. Hatta
                   2.      Soeharto dan Hamengkubuwana IX
                   3.      Seharto dan Adam Malik
                   4.      Soeharto dan Umar Wirahidakusuma
                   5.      Soeharto dan Soedharmono
                   6.      Soeharto dan Try Sutrisno
                   7.      Soeharto dan Baharuddin Jusuf Habibie
                   8.      Baharudin Jusuf Habibie
                   9.      Abdurahman Wahid dan Megawati Soekarno Putri
                  10.  Megawati Soekarno Putri dan Hamzah Haz
                  11.  Susilo Bambang Yudoyono dan Jusuf Kalla
                  12.  Susilo Bambang Yudoyono dan Boediono




SENI DAN BUDAYA

Indonesia memiliki wilayah yang sangat luat dan memiliki banyak seni dan budaya khas corak ataupun khas daerah masing-masing sebagai contoh seni dan budaya dari daerah Banten yaitu:
Debus
Permainan Debus merupakan seni pencak silat yang berhubungan dengan ilmu kekebalan sebagai refleksi sikap masyarakat Banten untuk mempertahankan diri. Kesenian tradisional yang dikombinasi dengan seni tari, seni suara dan seni kebatinan ini bernuansa magis. Debus adalah seni pertunjukan yang memperlihatkan permainan kekebalan tubuh terhadap pukulan, tusukan, dan tebasan benda tajam. Dalam permainannya, Debus banyak menampilkan atraksi kekebalan tubuh sesuai dengan keinginan pemainnya. Pada masa pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa sekitar abad ke-17 (1651-1652), Debus difokuskan sebagai alat untuk membangkitkan semangat para pejuang dalam melawan penjajah,
 Rampak Bedug
Seni Rampak Bedug adalah kesenian tradisional masyarakat Pandeglang dan sekitarnya yang merupakan titik kulminasi estetika dari tradisi 'Ngadu Bedug' yang biasa dilakukan warga pada perayaan hari raya Idul Fitri atau Idul Adha. Perangkat peralatan yang digunakan meliputi satu set bedug kecil selaku pengatur irama, tempo dan dinamika, serta seperangkat bedug besar yang berperan sebagai bass. Sementara melodi hanya berasal dari lantunan shalawatan yang dilakukan sambil menabuh. Beberapa pola gerak tubuh yang biasa berirama dengan lagu diantaranya pingping cak-cak, nangtang, celementre, rurudatan, antingsela, sela gunung, kelapa samanggar, dan lain-lain.
Marawis
Marawis merupakan kesenian bernuansa Islami yang berkembang di Tangerang, Banten. Aslinya, kesenian ini berasal dari tradisi Muslim yang dibawa oleh bangsa Yaman. Kesenian ini merupakan kombinasi antara seni perkusi dan ritmis dinamis yang dilakukan oleh 16 sampai dengan 18 pemain pria sebagai pemain musik, penyanyi dan penari. Seni ini tidak hanya seringkali hadir dalam prosesi tradisional, namun kini menjadi seni yang cukup digemari karena menarik.

PARIWISATA

Dengan luasnya negra republik indonesia, indonesia memiliki banyak gtempat pariwisata yang indah dari yang berbentuk sejarah ,serta berbentuk keindahan alam. Sebagai contoh ada beberapa pariwisata yang indah di daerah banten
Sawarna
Desa Wisata Sawarna mungkin terdengar sedikit asing di telinga Sahabat Bravo!. Objek wisata ini terletak di Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten yang tidak jauh dari kawasan Pelabuhan Ratu.

Desa ini sangat terkenal dengan keindahan alam yang menakjubkan berupa pemandangan pantai yang indah, pasir putih yang membentang, hamparan sawah bak permadani hijau, serta gua yang mengagumkan.

Perjalanan menuju desa wisata ini dapat melalui dua rute yaitu, yang Jakarta – Tangerang – Rangkasbitung – Malimping – Bayah - Desa Sawarna, atau Jakarta – Pelabuhan Ratu – Bayah – Desa Sawarna. Kedua rute ini memakan waktu tujuh hingga delapan jam perjalanan, dengan menggunakan kendaraan pribadi ataupun angkutan umum.

Desa Sawarna ditetapkan sebagai desa wisata binaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Banten sejak tahun 2000. Terdapat fasilitas seperti homestay dan lainnya yang dikelola dengan melibatkan masyarakat setempat.
Biaya menginap per malam di homestay, berkisar dari Rp150.000 sampai dengan Rp250.000. Namun, jika Sahabat Bravo! sekeluarga memiliki dana terbatas, kalian bisa menumpang rumah-rumah penduduk untuk bermalam, dan tentunya dengan biaya yang lebih murah.
Objek wisata yang terkenal di Desa Sawarna adalah pantai dan guanya, seperti Pantai Ciantir, Pantai Tanjung Layar, Pantai Leguan Pari, dan juga Gua Lalay. Pasir pantai yang putih dan lingkungan gua yang masih bersih menjadi keunggulan tempat ini.

Baduy
Salah satu wisata budaya dari propinsi banten yang terkenal di Indonesia adalah perkampungan suku Baduy. Masyarakat adat suku Baduy berdiam di Desa Cibeo, Rangkasbitung dimana mereka mempunyai kekerabatan dengan Suku Sunda. 

Masyarakat Suku Baduy terbagi menjadi menjadi dua kelompok, yakni Baduy Luar dan Baduy Dalam. Masyarakat tersebut menganut agama Hindu, Budha, Islam dan aliran kepercayaan. 

Keunikan khusus dari keseharian suku Baduy adalah menolak keberadaan kehidupan modern pada setiap segi kehidupan warganya. Mereka sangat memegang teguh pada cara hidup secara alami.

Daya tarik yang sangat menyolok pada wisata adat di Kampung Baduy adalah kehidupan alami dari masyarakat dengan pemandangan alam yang sangat indah, keindahan tenun khas suku Baduy, dan kita bisa memperkenalkan keragaman budaya Indonesia pada anak-anak. 

Akhir akhir ini lumayan banyak akademisi yang melakukan penelitian disana untuk mengetahui cara bertahan hidup dengan mengabaikan perkembangan budaya modern.

TRANSPORTASI

Zaman modrn saat ini, semakin banyak di temui di berbagai negara transportasi cnggih di jalanan. hal ini di lakukan agar masyarakat nyaman menggunakan transportasi umum. Di indonesia pun demikian, namun di indonesia, masih ketinggalan di banding negara-negara dunia yang sudah meiliki transportasi umum yang canggih. Walaupun demikian indonesi memiliki keistimewaan, karna transportasi umumdi indonesia masih tradisional dan cenderung langka, sebagai contoh

Delman
delman adalah kendaraan transportasi tradisional yang beroda dua, tiga atau empat yang tidak menggunakan mesin tetapi menggunakan kuda sebagai penggantinya. Variasi alat transportasi yang menggunakan kuda antara lain adalah Kereta Perang, Kereta Kencana dan Kereta kuda. Alat transportasi tradisional kendaraan ini berasal dari nama penemunya, yaitu Charles Theodore Deeleman, seorang litografer dan insinyur di masa Hindia Belanda.Orang Belanda sendiri menyebut kendaraan ini dengan nama dos-à-dos (punggung pada punggung, arti harfiah bahasa Perancis), yaitu sejenis kereta yang posisi duduk penumpangnya saling memunggungi. Istilah dos-à-dos ini kemudian oleh penduduk pribumi Batavia disingkat lagi menjadi ’sado.

Pedati
Alat transportasi darat ini menggunakan sapi atau kerbau sebagai tenaga penariknya. Pada umumnya digunakan untuk mengakut beban berat, seperti bahan bangunan, hasil bumi dan sebagainya. Kereta barang ini dijalankan pada malam hari, agar tidak menggangu kelancaran lalu lintas. Asal muasal : Kabupaten Indramayu.
Di Karawang sendiri kedua alat transportasi ini masih bisa dijumpai, walaupun sudah sangat langka. Bahkan, fungsinya cenderung sudah berubah. Delman misalnya, atau yang lebih populer dengan nama Sado, di Karawang cenderung menjadi sarana (alat) rekreasi. Orang-orang naik sado bukan untuk tujuan mencapai tempat tertentu (alat transportasi), namun cenderung hanya sebagai sarana rekreasi (alat hiburan), baik untuk jalan-jalan maupun coba-coba karena penasaran. Seperti salah satunya yang masih ditemui terutama di Kecamatan Cilamaya Kulon.
Sedangkan Pedati, umumnya beralih fungsi untuk menarik ataupun mengangkut barang-barang termasuk barang dagangan. Seperti yang bisa dikita temui di pelosok-pelosok kampung, dimana pedati digunakan untuk membawa barang seperti bambu, kayu untuk dijual berkeliling dari kampung ke kampung. (Deni Andriana)
Becak
Becak adalah suatu moda transportasi beroda tiga yang umumnya di temukan di indonesia. Kapasitas normal becak adalah dua orang penumpang dan seorang pengemudi
di indonesia becak terdiri dua jenis yang lazim di gunakan:
  • Becak pengemudi di belakang, jenis ini biasanya di temukaan di jawa
  • Bcak pengemudi disamping, jenis ini biasanya di temukan di daerah sumatra