Senin, 05 Januari 2015

Jurnal Ilmiah



ANALISIS PREDIKTIF SKOR UN, UJIAN MASUK
DAN
 MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP HASIL BELAJAR
SISWA KELAS XII SMA NEGERI 1 SINGARAJA
TAHUN PELAJARAN 2009–2010


ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan mengetahui kontribusi hasil UN, ujian masuk, motivasi berprestasi terhadap hasil belajar, baik secara tersendiri maupun secara simultan pada siswa
SMA Negeri 1 Singaraja kelas XII semester 1 tahun pelajaran 2009/2010. Penelitian ini
dirancang dalam desain dengan teknik korelasional ex post facto, dengan metode kuantitatif yang melibatkan 125 orang siswa sebagai sampel penelitian dari 201 orang siswa SMA Negeri 1 Singaraja kelas XII, yang memiliki nilai TPA. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik
purposive sampling

Data skor UN, ujian masuk, dan hasil belajar diambil dari dokumen se
kolah. Sementara itu, data motivasi berprestasi dikumpulkan dengan angket yang dikembangkan sendiri. Validitas dan reliabilitas angket sudah teruji. Analisis data dilakukan dengan korelasi product moment dan dilanjutkan dengan analisis regresi sederhana, regresi ganda, dan korelasi parsial.

Untuk pengujian hipotesis, terlebih dahulu dilakukan uji prasarat analisis, yaitu uji normalitas sebaran data, linieritas, multikolinieritas, heterokedastisitas, dan auto korelasi.

Hasil analisis adalah sebagai berikut: (1) terdapat kontribusi yang positif dan signifikan antara skor UN SMP dan hasil belajar siswa dengan sumbangan efektif sebesar 20,10 % ,(2) terdapat kontribusi yang positif dan signifikan antara skor ujian masuk dan hasil belajar siswa, dengan sumbangan efektif sebesar 23,17%; (3) terdapat kontribusi yang positif dan signifikan antara motivasi berprestasi dan hasil belajar siswa dengan sumbangan efektif sebesar 23,66 %; dan (4) terdapat kontribusi yang positif dan signifikan antara skor UN SMP, skor ujian masuk, dan motivasi berprestasi secara simultan terhadap hasil belajar siswa dengan kontribusi sebesar 66,9%.
Kata kunci:skor UN, ujian masuk ,motivasi berprestasi, dan hasil belajar


1.PENDAHULUAN




Pemerintah melakukan berbagai upaya dalam memperbaiki sistem pendidikan di negara kita untuk terwujudnya pembangunan pendidikan yang lebih berkualitas Usaha tersebut menyangkut perbaikan metode pengajaran, pengembangan dan perbaikan kurikulum, sarana prasarana, administrasi, mutu pendidikan, sistem evaluasi,pengembangan dan pengadaan materi ajar, serta pelatihan bagi guru dan tenaga kependidikan lainnya.Perbaikan-perbaikan tersebut dilakukan dalam rangka menghasilkan lulusan yang memenuhi amanat Garis-garis Besar Haluan Negara, yaitu manusia pembangunan yang cakap, terampil, dan Pancasilais.

Indikator yang menunjukkan rendahnya mutu pendidikan di Indonesia dikemukakanjuga oleh United Nation Education Scientific, and Culture Organization (UNESCO), yang menyatakan bahwa pada tahun 2007 peringkat Indonesia dalam bidang pendidikan adalah ke-62 diantara 130 negara di dunia dengan Education Development Index (EDI) adalah 0,935 dan Brunei Darussalam adalah 0,965(Dantes,2010:3).

Terkait dengan rendahnya mutu pendidikan tersebutpemerintah terusberupaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Sejalan dengan hal itu, pemerintah bersama Dewan Perwakilan Rakyat telah menetapkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang merupakan dasar hukum penyelenggaraan dan reformasi sistem pendidikan nasional. Undang-undang tersebut memuat visi, misi, fungsi, dan tujuan pendidikan nasional, serta strategi pembangunan pendidikan nasional untuk mewujudkanpendidikan yang bermutu, relevan dengan kebutuhan masyarakat, berdaya saing dalam kehidupan global.

Dalam rangka mewujudkan visi dan menjalankan misi pendidikan nasional, diperlukan suatu acuan dasar bagi setiap penyelenggaraan delapan satuanunsur pendidikan. Dalam kaitan ini, kriteria penyelenggaraan pendidikan dijadikan pedoman untuk mewujudkan (1) pendidikan yang berisi muatan yang seimbang dan holistik; (2) proses pembelajaran yang demokratis, mendidik, memotivasi, mendorong kreativitas, dan dialogis; (3) hasil pendidikan yang bermutu dan terukur; (4) berkembangnya profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan; (5) tersedianya sarana dan prasarana belajar yang memungkinkan berkembangnya potensi peserta didik secara optimal; (6) berkembangnya pengelolaan pendidikan yang memberdayakan satuan pendidikan; dan (7)terlaksananya evaluasi, akreditasi, dan sertifikasi yang berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan (Depdiknas 2006).


Peningkatan mutu pendidikantetap menjadi acuan kita semua. Beragam pandangan masyarakat menilai tentang mutu pendidikan.Hal ini sudah tentu disebabkan oleh latarbelakang pemikiran yang berbeda, status sosial ekonomi, dan budaya disekitar kita. Ada yang memandang pendidikan yang bermutu dilihat dari gedung sekolah yang megah, dengan segala fasilitas dan peralatan yang canggih, dan siswanya adalah anak-anak orang berada. Disisi lain para ilmuwan memandang mutu pendidikan dilihat dari siswanya yang banyak berhasil di ajang lomba, atau olimpiade ditingkat nasional, regional maupun internasional, sehingga kedepan menghasilkan alumni yang sukses dalam karier. Sekolah-sekolah asing banyak juga bermunculan, sehingga ada yang memandang sekolah yang bermutu adalah sekolah yang memberikan bahasa asing bagi siswa-siswanya. Sisi ekstrakurikuler juga menjadi penilaian dari orang-orang yang berduit;dianggapnya pendidikan yang bermutu itu adalah dengan membayar uang sekolah setinggi-tingginya,sehingga dapat membiayai segala kegiatan ekstrakurikuler. Padatahun 2009 ini banyak bermunculan berbagai predikat  lembaga pendidikan sekolah yang semuanya mengacu atau mengarah kepada keinginan menunjukkan pendidikan yang bermutu, seperti sekolah plus, sekolah unggulan, kelas unggulan, sekolah nasional berwawasan internasional, sekolah berwawasan internasional, sekolah alam, boarding school, danfull day school.

Mutu masukan dapat dilihat dari beberapa sisi. Pertama, kondisi baik atau tidaknya masukan sumber daya manusia, seperti kepala sekolah, guru, laboran, staf tata usaha, dan siswa. Kedua, terpenuhi atau tidaknya kriteria masukan material berupa alat peraga, buku-buku, kurikulum, prasarana, sarana sekolah, dan lain-lain. Ketiga, terpenuhi atau tidaknya kriteria masukan yang berupa perangkat lunak, seperti peraturan, struktur organisasi, deskripsi kerja. Keempat, mutu masukan yang bersifat harapan dan kebutuhan, seperti visi, motivasi, ketekunan,dan cita-cita.

Proses dalam hal ini adalah bagaimana pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas,dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik, sehinggga dapat menghasilkan pendidikan yang bermutu

Dampak dari pendidikan yang bermutu adalah mewujudkankan manusia pembangunan yang cakap, terampil, dan Pancasilais.Hasil belajar (learning outcome) yang diharapkan setelah mereka tiba diperguruan tinggi dapat mengikuti kegiatan akademik dengan menunjukkan berbagai prestasi. penyimpangan dana, terutama terjadi di sekolah-sekolah daerah. (3) Campur tangan pemerintah pusat masih dominan. (4) Orientasi sekolah hanya mengejar nilai. (5) Politisasi nilai agar menjadi alat untuk mengangkat sekolah-sekolah negeri, supaya terkesan berkualitas dengan menggunakan hasil ujian sebagai seleksi masuk sekolah selanjutnya.

Nilai rapor sebagai dasar evaluasi pendidikan yang dilaksanakan selama ini di sekolah belum juga dianggap memberikan sumbangan untuk peningkatan kualitas pendidikan.Dengan adanya KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) sebagai kebijakan yang dapat membantu nilai siswa, nilai yang diperoleh siswa yang berada dibawah standar ketuntasan akan dapat diremidi satu sampai dua kali, dengan harapan nilai rapor dapat mencapai ketuntasan minimal. Hal ini akan sangat membantu siswa sehingga nilai rapor mereka
memenuhi syarat naik kelas.

Sistem evaluasi seperti ini masih juga dianggap ada sisi kelemahannya, sehingga dianggap belum tepat, atau pelaksanaannya belum seperti yang diharapkan. Pemerintahpun terus berusaha untuk memantau perkembangan kualitas penddidikan, melalui pelaksanaan kurikulum, dan memantau kinerja guru.

Saat ini alat yang paling sering dipergunakan dalam sistem perekrutan siswa baru adalah penggabungan nilai UN, rapor dan hasil tes.Keuntungan caraseleksi ini adalah dari segi efesiensi dan produktifitasnya yang tinggi dalam mengambil suatu keputusan. Ketepatan dalam pengambilan keputusan dapat dipengaruhi oleh instrumen yang dipergunakan dan pengawasan yang ketat. Proses penerimaan siswa baru yang lebih selektif akan dapat memperoleh siswa yang lebih bermutu dari tingkat keterampilan berpikir alamiah, pengalaman, dan hasil belajar atau prestasi akademiknya. Jadi,proses penerimaan siswa baru
yang selektif dapat menumbuhkan motivasi berprestasi dan meningkatkan daya saing (kompetisi) siswa.

Sejalan dengan adanya pro dan kontra tentang penggunaan hasil UN sebagai dasar seleksi Penerimaan Siswa Baru (PSB), dan untuk lebih selektif dalam penerimaan siswa baru, disamping untuk memperoleh siswa yang lebih bermutu dari tingkat keterampilan berpikir alamiah, dan dapat menumbuhkan rasa motivasi berprestasi disamping juga meningkatkan daya saing (kompetisi) siswa, SMA unggul yang ada pada masing-masing kabupaten di Bali khususnya SMA Negeri 1 Singaraja sebagai salah satu Rintisan SekolahBertaraf Internasional menggunakan kombinasi nilai rapor(kelas VII dan VIII), Nilai UNSMP dan Nilai TPA (Tes Prestasi Akademik) yang penulis sebut Ujian Masuksebagai dasar seleksi PSB.

Berdasarkan latar belakang di atas, dapat dirumuskan masalah-masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama,apakah terdapat kontribusi skor UN SMP terhadap hasil belajar siswa SMA Negeri 1 Singaraja kelas XII semester 1 tahun pelajaran 2009/2010?.Kedua,apakah terdapat kontribusi skorujian masuk terhadap hasil belajar siswa SMA Negeri 1 Singaraja kelas XII semester 1 tahun pelajaran 2009/2010?. Ketiga,apakah terdapat kontribusi motivasi berprestasi terhadap hasil belajar siswa SMA Negeri 1 Singaraja kelas XII semester 1 tahun pelajaran 2009/2010?.Keempat,apakah terdapat kontribusiskor UN SMP , skor ujian masuk dan motivasi berprestasi secara simultan terhadap hasil belajar siswa SMA Negeri 1 Singarajakelas XII semester 1 tahun pelajaran 2009/2010?


.2. METODE PENELITIAN

Penelitian ini menggunakan pendekatan (disain) expost factoatau non-experiment, yaitu tidak membuat perlakuan khusus terhadap siswa yang akan diteliti dan gejalanya secara wajar sudah ada di lapanganPenelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Singaraja, Jalan Pramuka No.4 Singaraja –Bali(Telp.0362 –22144, Faxs 0362-32193) .Sampel yang digunakan sebagai sumber data dalam penelitian ini adalah sebanyak 125 orang siswa, yang memiliki nilai lengkap dari data yang diteliti (nilai UN dan nilai TPA). Sampel ini cukup representatif dari jumlah siswa 201 Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling, merupakan teknik penarikan sampel yang didasarkan pada ciri atau karakteristik (tujuan) yang ditetapkan oleh peneliti sebelumnya (Dantes,2007: 46).

Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalahdata yang diperoleh melalui pencatatan dokumen yang sudah ada,yaitu data yang diperoleh secara resmi, internal. Pencatatan dokumen yang dimaksud adalahpencatatan hasil UN SMP tahun pelajaran 2006/2007, hasil ujian masuk tahun pelajaran 2007/2008,dan hasil belajar siswa kelas XII SMA Negeri 1 Singaraja tahun pelajaran 2009/2010. Data hasil pengukuran langsung dari responden berupa kuesioner motivasi berprestasi, yang merupakan teknik pengumpulan data dengan cara menyebarkan sejumlah pertanyaan ataupun pernyataan yang dijawab oleh rsponden.

Data yang telah dikumpulkan di analisis dengan menggunakan analisis regresi yang diawali dengan analisis hubungan antara masing-masing variabel dengan menggunakan analisis korelasi produk momen (analysis product moment).Analisis data dilakukan dengan mendeskripsikan masing-masing variabel, yaitu variabel hasil UN, variable ujian masuk, 8variabel motivasi berprestasi, dan motivasi hasil belajar. Analisis deskriptif dilakukan untukmencari mean(harga rerata),standar deviasi (simpangan baku), median, modus, distribusi frekuensi, pembuatan histogram skor hasil UN, ujian masuk, motivasi berprestasi, dan hasil belajar. Menurut Sudjana (2001;47), untuk menyusun daftar distribusi frekuensi dengan panjang kelas interval yang sama, dilakukan dengan cara Sturges.

Untuk menguji hipotesis yang telah dirumuskan pada rumusan hipotesis di atas, terlebih dahulu dilakukan analisis data yang telah dikumpulkan. Dalam melakukan analisis data penelitian ini ada tiga tahapan yang dilalui,yaitu (1) tahap deskripsi data, (2) tahap pengujian persyaratan analisis, dan (3) tahap pengujian hipotesis.

Data yang diperoleh dideskripsikan menurut masing-masing variabel, yaitu hasil UN SMP, skor ujian masuk, skor motivasi berprestasi, dan skor hasil belajar SMA Negeri 1 Singaraja kelas XII Semester 1 tahun pelajaran 2009/2010. Pada tahap analisis deskriptif, dicari harga rerata (M), stándar deviasi (SD), modus (Mo) dan median (Me) setiap variabel yang diteliti. Untuk mencari harga-harga yang diperlukan akan dibuat terlebih dahulu tabel distribusi frekuensi dan histogram untuk setiap variable penelitian. Tabel tersebut dibuat dengan cara membuat kelas interval dengan aturan Sturges (Sujana,1996:47).Untuk melihat kecenderungan setiap variabel, rata-rata skor ideal semua subjek penelitian dibandingkan dengan rata-rata kenyataa






3.HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN


Berdasarkan pengolahan data dengan analisis deskriptif, ditemukan hasil seperti terlihat dalam tabel 01.

Tabel 01Rangkuman Statistik dari Variabel Hasil UN SMP (X1), Ujian Masuk (X2), Motivasi Berprestasi (X3), dan Hasil Belajar Siswa kelas XII semester 1 Tahun Pelajaran 2009/2010 SMA Negeri 1 Singaraja (Y)
Variabe
lStatistik
X1
X2
X3
Y
Mean

88,92

58,23

224,10

88,36

Median

89,33
58,63

225

88,33










Mode

89,57

60,04

225

88,33

Std. Deviation

3,69

3,88

12,78

1,43

Variance

13,65

15,06

163,30

2,03

Range

18,9

21,64

49

8

Minimum

77,1

49,4

198

84,83

Maximum

96

71,04

247

92,83

Jumlah

11115,18

7278,71

28013

11044,85


Dari data tersebut diperoleh data hasil UN.Skor tertinggi yang dicapai adalah 96 dari skor tertinggi yang mungkin dicapai yaitu 100, sedangkan skor terendah yang dicapai adalah 77,1 , dari skor terendah yang mungkin dicapai adalah 0.

Secara umum,rata-rata skor hasil UN SMP siswa kelas XII SMA Negeri 1 Singaraja tahun pelajaran 2009/2010 diperolehsebesar 88,92, dengan simpangan baku (standar deviasi) sebesar 3,69.Hasil ini menunjukkan bahwa kecenderungan hasil UN SMP siswa SMA Negeri 1 Singaraja termasuk kategori sangat baik. Secara rinci dapat dideskripsikan bahwa hasil UN SMP siswa kelas XII SMA Negeri 1 Singaraja kategori sangat baik sebanyak 125 orang (100 %), kategori baik, kategori cukup baik, kategori kurang baik dan sangat kurang baik tidak ada (0 %).

Data skor ujian masuk ke SMA diperoleh skor tertinggi yang dicapai adalah 71,04 dari skor tertinggi yang mungkin dicapai yaitu 100, sedangkan skor terendah yang dicapai adalah 49,40 dari skor terendah yang mungkin dicapai adalah0 .Secara umum rata-rata skor ujian masuk ke SMA diperoleh sebesar 58,23 dengan simpangan baku (standar deviasi) sebesar 3,88 Hasil ini menunjukkan bahwa kecenderungan skor ujian masuk ke SMA termasuk kategori sangat baik Secara rinci dapat dideskripsikan bahwa hasil skor ujian masuk ke SMA kategori sangat baik sebanyak 67 orang (53,60 %), kategori cukup baik sebanyak 58 orang (46,40 %), kategori baik , kategori kurang baik dan sangat kurang baik tidak ada (0 %).

Skor motivasi berprestasi yang diperoleh dari hasil pengukuran terhadap responden menunjukkan bahwa skor tertinggi yang dicapai responden adalah 247 dari skor tertinggi yang mungkin dicapai yaitu 260,sedangkan skor terendah yang dicapai responden adalah 198 dari skor terendah yang mungkin dicapai yaitu 52.

Secara umum rata-rata skor motivasi berprestasi diperoleh sebesar 224,10 dengan simpangan baku (standar deviasi) sebesar 12,78 Hasil ini menunjukkan bahwa kecenderunganskor ujian masuk ke SMA termasuk kategori sangat baik Secara rinci dapat dideskripsikan bahwa hasil skor motivasi berprestasi kategori sangat baik sebanyak 112 orang (89,60 %),kategori baik sebanyak 13 orang (10,40 %), kategori cukup baik, kategori kurang baik dan sangat kurang baik tidak ada (0 %).

Dari data hasil belajar diperoleh skor tertinggi yang dicapai adalah 92,83 dari skor tertinggi yang mungkin dicapai yaitu 100, sedangkan skor terendah yang dicapai adalah 84,83 dari skor terendah yang mungkin dicapai adalah 0.

Secara umum rata-rata skor hasil belajar diperoleh sebesar 88,36 dengan simpangan baku(standar deviasi) sebesar 1,43. Secara rinci dapat dideskripsikan bahwa hasil skor ujian masuk ke SMA kategori sangat baik sebanyak 125 orang (100 %), kategori baik, kategori cukup baik, kategori kurang baik dan sangat kurang baik tidak ada (0 %)

Untuk keperluan persyaratan analisis telah dilakukan uji persyaratan
analisis yang meliputi, uji normalitas, uji linieritas, uji multikolinieritas, uji homogenitas, dan uji autokorelasi.

Uji normalitas dilakukan untuk menguji apakah penyimpangan yang terjadi di dalam pengukuran terhadap sampel masih berada dalam batas-batas kewajaran. Uji normalitas sebaran data dilakukan dengan menggunakan uji kolmogorov-smirnov.Dari hasil perhitungan dengan menggunakan program SPSS 10.0 for Windows semua skor variable berdistribusi normal (p > 0,05).

Uji linieritas dilakukan untuk mengetahui bentuk hubungan antara variabel terikat dengan masing-masing variabel bebas. Pedoman untuk melihat kelinieran adalah dengan mengkaji lajur dev from linieritydari modus means, sedangkan untuk melihat keberartian arah regresi nya berpedoman pada lajur linierity.

Hasilnya menunjukkan bahwa untuk F linierity dengan sig.0,00<0,05 dan untuk Dev.from liinierity dengan sig>0,05. Dengan demikian,dapat disimpulkan bahwa hubungan antara masing-masing variabel bebas dan variabel terikat mempunyai hubungan yang linier.

Uji multikolinieritas dimaksudkan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan yang cukup tinggi atau tidak antara variabel bebas. Jika terdapat hubungan yang cukup tinggi , berarti ada aspek yang sama diukur pada variabel bebas. Hal ini tidak layak digunakan untuk menentukan kontribusi secara bersama-sama variabel bebas terhadap variabel terikat. Teknik yang digunakan untuk mencari multikolinieritas adalah dengan menggunakan modul 11regresi linier dari program SPSS 10for windows. Kriteria yang digunakan untuk uji multikolinieritas adalah mempunyai nilai VIF(variance inflation faktor) di sekitar angka 1
atau mempunyai nilai toleransi mendekati 1.Hasilnya menunjukkan bahwa besaran angka
toleransi mendekati 1 dan VIF berada disekitar 1. Jadi,dapat disimpulkan bahwa dalam hubungan antara variabel bebas tidak terdapat masalah multikolinieritas.

Uji heteroskedastisitas dilakukan untuk mengetahui homogenitas antara kelompok data variabel terikat danmasing-masing variabel bebas. Teknik yang digunakan untuk mencari heteroskedastisitas adalah dengan menggunakan model regresi linier. Kriteria keputusan adalah: a) jika pola tertentu seperti titik-titik yang membentuk suatu pola teratur (bergelombang, melebar kemudian menyempit) terjadi heterokedastisitas. Ternyata data terkonsentrasi di sekitar 0, dan tidak terdapat pola tertentu. Dengan demikian disimpulkan bahwa tidak terjadi masalah heterokedastisitas.

Uji autokorelasi terjadi dalam regresi apabila dua error et-1 dan et .tidak independen atau C(et-1, et) ¹ 0.Autokorelasi biasanya terjadi apabila pengukuran variabel dilakukan dalam interval waktu tertentu.Hasil yang tampak dari uji autokorelasi adalah sebagai berikut:

Tabel 02 HasilUji Autokorelasi dengan Durbin Watson.

Model

R

R Kuadrat


R Kuadrat yang
disesuaikan
Standar
Kesalahan


Koefisien
Durbin -
Watson

1
0,818
0,669
0,660
0,8314
1,875

Ternyata koefisien Durbin –Watson besarnya 1, 875 mendekati 2. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa dalam regresi antara variabel bebas X1dengan X2 dan X3 terhadap Y tidak terjadi autokorelasi.
Uji hipotesis yang dilakukan dalam penelitian ini adalah berdasarkan analisis data dengan teknik regresi dan korelasi diperoleh hasil seperti pada tabel 03.


Tabel 03 Korelasi Product Moment Antara Variabel
No.

Korelasi antara variabel
r hitung

r tabel pada
taraf signifikansi
5%

Keterangan

1

X1–X2

0,445
0,176

signifikan

2
X1–X3

0,473

0,176

signifikan

3

X1–Y

0,646

0,176

signifikan

4

X2–X3

0,362
0,176

signifikan

5

X2–Y

0,635

0,176

Signifikan
6

X3 –Y
0,645

0,176

signifikan



Berdasarkan hasil analisis masing-masing data di atas r hit. > r.tab, Ho ditolak dan Ha diterima, berarti variabel yang satu dengan variabel lainnya berkorelasi positif yang signifikan.





4.PENUTUP



Berdasarkan analisis dan pembahasan seperti yang telah diuraikan kesimpulan yang dapat diambil adalah sebagai berikut.

(1)Hasil UN SMP tergolong kategori sangat baik yakni sebesar 88,92 , pada rentangan 75 s.d.100. dengan jumlah 125 orang ( 100 % ). (2)Skor ujian masuk tergolong kategori cukup baik yakni sebesar 58,23, pada rentangan 75 sd 100 dengan jumlah 67 orang (53,60%) sangat baik, dan 58 orang (46,60%) cukup baik.(3)Skor motivasi berprestasi tergolong kategori sangat baik yakni sebesar 224,10, pada rentangan 208 sd 260 dengan jumlah 112 orang (89,60%) sangat baik, dan 13 orang (10,40%) baik.(4)Hasil belajar tergolong sangat baik yakni sebesar 88,36, pada rentangan 75 s.d.100, dengan jumlah 125 orang (100%).(5)Pengujian normalitas sebaran data dilakukan dengan menggunakan uji Kolmogorov –Smirnov(Lilifors Significance Correction) pada hasil UN, skor ujian masuk, skor motivasi berprestasi dan hasil belajar. Perhitungan normalitas dengan menggunakan program SPSS 10.0 for windows diperoleh hasil bahwa semua variabel berdistribusi normal karena harga sig. pada Kolmogorov –Smirnov(a) > 0,05.(6).Ujilinieritas garis regresi dilakukan dengan menggunakan uji F dengan bantuan program SPSS 10.0 for windows.
Hasil pengujian menunjukkan F Deviation from linierity dengan sig. 0,05. Dengan demikian, korelasi variabel hasil UN, ujian masuk, motivasi berprestasi, dan hasil belajar menunjukkan korelasi linieritas keberartian garis regresi. (7). Uji mulltikolinieritas menggunakan korelasi product moment antara sesama variabel bebas. Kaidah yang digunakan untuk menyatakan kolinier tidaknya antara sesama variabel bebas adalah harga r. Penelitian ini menunjukkan harga (r xy) kurang dari 0,800, ini berarti sesama variabel bebas tidak terjadi multikolinieritas.(8)Uji heterokedastisitas dengan menggunakan regresi linier dilakukan untuk mengetahui homogenitas antara variabel terikat dan masing-masing variabel bebas. Ternyata data terkonsentrasi di sekitar 0, dan tidak terdapat pola tertentu. Dengan demikian,dalam penelitian disimpulkan tidak terjadi masalah heterokedastisitas.(9)Uji autokerelasi, ternyata koefisien Durbin Watson besarnya 1,875, mendekati 2, sehingga dapat disimpulkan bahwa 13dalam regresi antara variabel bebas X1, X2, X3terhadap Y tidak terjadi autokorelasi. (10)Pengujian hipotesis penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara hasil UN terhadap hasil belajar, dengan kontribusi sebesar 41,8%.(11) Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara skor ujian masuk terhadap hasil belajar, dengan kontribusi sebesar 40,3%.(12)Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara motvasi berprestasi terhadap hasil belajar, dengan kontribusi sebesar 41,7%.(13) Secara bersana-sama terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara hasil UN, skor ujian masuk, dan motivasi berprestasi terhadap hasil belajar, dengan kontribusi sebesar 66,9 %.(14) Penelitian ini juga membuktikan besarnya sumbangan efektif masing-masing variabel bebas X1 sebesar 20,10 %, X2 sebesar 23,17 %, dan X3sebesar 23,66 %.(15)Penelitian ini juga membuktikan bahwa berdasarkan besarnya koefisien korelasi parsial, ternyata kekuatan hubungan ketiga variabel bebas dengan variabel terikat sebagai berikut: terdapat korelasi positif dan signifikan antara variabel hasil UN SMP (X1) terhadap hasil belajar ( r1y -23) dengan determinasi parsial sebesar 69 %, skor ujian masuk (X2) terhadap hasil belajar (Y), (r2y -13) dengan determinasi parsial sebesar 77,2 %, motivasi berprestasi (X3) terhadap hasil belajar (Y), ( r3y -12 ) dengan determinasi parsial 74,7 %.

Berdasarkan temuan hasil penelitian diatas, implikasinya adalah bahwa siswa SMA pada umumnya dan siswa SMA Negeri 1 Singaraja pada khususnya hendaknya selalu meningkatkan hasil UN, skor ujian masuk dan motivasi berprestasi, sebab semakin tinggi nilai hasil UN, ujian masuk,dan motivasi berprestasi, baik secara sendiri-sendiri maupun secara simultan akan dapat memberi determinasi terhadap hasil belajarnya.


DAFTAR PUSTAKA


Candiasa, I Made. 2007. Statistik Multivariat Disertai Petunjuk Analisis dengan SPSS, Singaraja:Universitas Pendidikan Ganesha.

Dantes, Nyoman. 2007. Metodologi Penelitian untuk Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, Singaraja: Universitas Pendidikan Ghanesa..

Dantes, Nyoman. 2010. Menakar Kualitas Pendidikan Indonesia, Singaraja: Universitas Pendidikan Ghanesa.

Darta, I Nyoman. 2009.Studi Evaluasi Pelaksanaan Program Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional di SMA Negeri 1 Singaraja, Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja,

Dinas Pendidikan –Panitia Penerimaan Siswa Baru SMA Negeri 1 Singaraja Tahun Pelajaran 2007/2008.Laporan Panitia Penerimaan Siswa Baru Melalui Jalur Prestasi Akademik Dan Jalur Tes Prestasi Akademik Tahun Pelajaran 2007/2008. Pemerintah Kabupaten Buleleng.

Depdiknas RI.2005.Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Jakarta: Biro Hukum dan Organisasi

Depdiknas, 2008. Panduan Penyelenggaraan Program Rintisan SMA Bertaraf Internasional (R –SMA –BI).Direktorat Jendral Manajemen Pendidikan Dasar dan menengah Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas

Depdiknas, 2008. Pedoman Penjaminan Mutu Sekolah/Madrasah Bertaraf Internasional pada Jenjang Pendidkan Dasar dDan Menengah.

Djemari Mardapi, 2007. Teknik Penyusunan Instrumen Tes dan Non Tes. Jogjakarta: Mitra Cendekia Press.
Khaerudin, 2009. ”UN Meningkatkan Mutu Pendidikan Kita?” Dalam Artikel Pendidikan (hal 55-56)

Koyan, Wayan. 2007. Statistika Terapan (Teknik Analisis Data Kuantitatif), Singaraja: Universitas Pendidikan Ganesha.

Marhaeni, AAIN & Budi Adnyana, 2007. Asesmen Berbasis Kelas untuk Pemahaman Proses dan Hasil Belajar, Singaraja:Universitas Pendidikan Ganesha.
Mendiknas,”Mutu Pendidikan Meningkat”http//www.defkominfo.go.id/2009/05/27/mendiknas-mutu-pendidikan-meningkat/

Punia I Made, Determinasi hasil UN, Nilai Rapor Dan Keterampilan Berpikir Kritis
Terhadap Hasil belajar Biologi Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Tegallalang Tahun
2008/2009.Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja, 2009.

Redaksi Fokus Media, 2006.Standar Nasional Pendidikan (SNP).Jakarta: ASA Mandiri.

Ruslan,Abdul Gani, 1994. Ciri Khas Anak Jenius. Bandung : Angkasa.

Sisdiknas (Sistem Pendidikan Nasional), 2006: Fokusmedia
Soedijarto H, “Benarkah Ujian Nasional Dapat Mempengaruhi Peningkatan Mutu Pendidikan Dan Etos Kerja?” http//www.kompas.com/kompas-cetak/0502/28/Didaktika/1579467.htm

Suarni, Ni Ketut, 2004. Meningkatkan Motivasi Berprestasi Siswa Sekolah Menengah Umum di Bali dengan Strategi Pengolahan Diri Model Yates, (Studi Kuasi Eksperimental Pada Siswa Kelas I SMU Di Bali), Universitas Gajah Mada,

Sudarwan Danim, 2005.Visi Baru Manajemen Sekolah dari Unit Birokrasi ke Lembaga Akademik, Jakarta: PT.Bumi Aksara.

Sugiyono, 2008. Statistika untuk Penelitian.Bandung:CV ALFABETA.

Sumarna Surapranata, 2004, Analisis, Validitas, Reliabilitas dan Interpretasi Hasil Tes,Bandunng: PT.Remaja Rosdakarya.

Sumaratih, Ni Nengah, 2006. Pengaruh Asesmen Portofolio terhadap Kemampuan Melaksanakan Tes Naratif (Eksperimen Pada Siswa SMA Negeri 1 Singaraja Tahun 2005-2006).IKIP Negeri Singaraja,

Tim Pengembang Kurikulum –SMA Negeri 1 Singaraja, 2009. Kurikulum SMA Negeri 1 Singaraja Tahun Pelajaran 2009/2010. Singaraja: SMA Negeri 1 Singaraja.

Yatim Riyanto. 2001. Metodologi Penelitian Pendidikan. Surabaya:SIC

Surat Resmi

SURAT RESMI

Surat Resmi - Pernahkan sobat sekalian membuat surat resmi sebelumnya? Sobat yang aktif dalam kegiatan organisasi sekolah misalkan OSIS, pastinya sudah sering membuat atau paling tidak pernah melihat surat resmi. Apa sih surat resmi itu? Terus bedanya apa dengan surat yang biasa kita buat? Nah, pada kesempatan kali ini Zona Siswa akan mencoba menghadirkan sebuah penjelasan mengenai Surat Resmi beserta contohnya. Semoga bermanfaat. Check this out!!!


B. Ciri-ciri Surat Resmi

Surat resmi dikeluarkan oleh perusahan, organisasi, atau instasi yang notabennya merupakan lemaga resmi sehingga pembuatnya pun haru memenuhi aturan yang mana membedakannya dengan surat pribadi yang sering sobat buat. Berikut ini adalah beberapa ciri-ciri surat resmi, diantaranya adalah:
  1. Surat resmi menggunakan kalimat yang efektif; sederhana, ringkas, jelas, sopan dan menarik.
  2. Surat resmi mengguanakan bahasa baku sesuai ejaan yang disepurnakan (EYD) baik ejaan, kosakata, dan tata bahasa.
  3. Penyajian surat resmi menggunakan bentuk full block, semi block atau indented block. (baca: bentuk surat)
  4. Menggunakan kop surat.
  5. Tercantum nomor surat, lampiran, dan perihal.
  6. Biasanya menyertakan cap atau stempel.

C. Bagian-bagian Surat Resmi

Bagian-bagian surat resmi:

  1. Kepala/kop surat, terdiri dari:
    • Nama instansi/lembaga, ditulis dengan huruf kapital/huruf besar.
    • Alamat instansi/lembaga, ditulis dengan variasi huruf besar dan kecil.
    • Logo instansi/lembaga.
  2. Nomor surat, yakni urutan surat yang dikirimkan
  3. Lampiran, berisi lembaran lain yang disertakan selain surat
  4. Hal, berupa garis besar isi surat
  5. Tanggal surat (penulisan di sebelah kanan sejajar dengan nomor surat)
  6. Alamat yang dituju (jangan gunakan kata kepada)
  7. Pembuka/salam pembuka (diakhiri tanda koma)
  8. Isi surat
  9. Penutup surat
  10. Penutup surat, berisi:
    1. Salam penutup
    2. Jabatan
    3. Tanda tangan
    4. Nama (biasanya disertai nomor induk pegawai atau NIP) 
  Contoh Surat Resmi:


SMA Negeri 1 Bogor
Jalan Ir. H. Juanda No. 17 Bogor
No. Telp. (0251) 8321798
_________________________________________________________________________

Bogor,  27 Agustus 2014
No : 27/SMAN 1 Bogor/08/2014                                      
Lampiran : -
Perihal : Undangan

Yth.
Orang tua/Wali Murid Kelas XII
SMA Negeri 1 Bogor

Dengan hormat,
Dalam rangka meningkatkan pengetahuan para siswa siswi SMAN 1 Bogor Khususnya kelas XII. Maka pada surat kali ini kami selaku badan pendidikan sekolah kami tercinta, bermaksud mengadakan studi lapangan bagi siswa siswi baik IPS maupun IPA di luar sekolah. Adapun acara tersebut akan kami laksanakan pada :


Hari/Tanggal : Sabtu, 30 Agustus  2014
Pukul : 08.45 s.d. 12.45
Tempat : Kebun Raya, Bogor
Acara :  Penelitian Tumbuh-tumbuhan Langka
Demikian surat pemberitahuan ini kami sampaikan, atas segala perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.

                                                                                             
Kepala Sekolah
SMAN 1 Bogor
Ttd, 


Amalia Fauhanisa, S.Pd


Tembusan surat, berupa penyertaan/pemberitahuan kepada atasan tentang adanya suatu kegiatan.

sumber:
http://so-aja.blogspot.com/2013/06/bagian-bagian-surat-resmi.html 
https://www.google.com/search?q=proposal+penulisan+ilmiah&ie=utf-8&oe=utf-8&aq=t&rls=org.mozilla:en-US:official&client=firefox-beta&channel=fflb#rls=org.mozilla:en-US:official&channel=fflb&q=bagian+bagian+surat+resmi  

Laporan Penelitian



LAPORAN PENELITIAN
MAGANG SEBAGAI JEMBATAN MOBILITAS SOSIAL
DARI PETANI MENJADI PERAJIN

I. Pendahuluan
    Perajin sering dipandang memiliki status sosial lebih tinggi daripada petani. Hal ini disebabkan karena adanya anggapan bahwa seorang perajin biasanya bekerja didalam rumah, terlindung dari terik sinar matahari sehingga suasananya tampak nyaman. Sebaliknya, Petani harus bekerja disawah, dibawah sengatan sinar matahari dan kadang harus bergemul dengan kotoran-kotoran yang berbau tidak sedap. Oleh karena itu, tidak berlebihan jika sebagian masyarakat pedesaan menganggap bahwa pekerjaan perajin lebih berprestise daripada petani meskipun hanya menjadi perajin industri kecil dengan skala usaha yang masih terbatas.

     Lapangan pekerjaan disektor industri kecil yang makin terbuka menyebabkan terjadinya mobilitas sosial dari petani menjadi perajin. Meskipun Sebenarnya mereka belum memiliki keahlian yang memadai, terlebih lagi tingkat pendidikan mereka sebagian besar (73%) masih berpendidikan SD kebawah. Oleh karena itu, tidak mengherankan bahwa produktivitas kerja dan hasil yang mereka peroleh amsih rendah. 

    Berkaitan dengan hal diatas, perlu dilaksanakan penelitian yang seksama mengenai mobilitas sosial dan petani menjadi perajin. Dalam laporan ini, objek penelitiannya adalah masyarakat pedesaan disekitar Surakarta, Jawa Tengah.

II. Tujuan Penelitian
      1. Menelaah penyebab terjadinya penyebab mobilitas sosial dari petani menjadi perajin.
      2. Memberikan penyadaran pada masyarakat dampak industrialisasi.

III. Metodologi Penelitian
      Penelitian ini menggunakan pendekatan survey secara kualitatif dengan cara melakukan wawancara dengan narasumber. Digunakannya metodologi kualitatif ini agar hasil yang dicapai benar-benar akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Adapun langkah-langkahh kerjanya sebagai berikut :
1. Menentukan objek penelitian
2. Melakukan wawancara dengan narasumber
3. Mengklasifikasi Masalah
4. Merumuskan masalah
5. memberikan solusi/simpulan

IV. Hasil Penelitian
Berdasarkan Survey yang telah dilakukan, ada beberapa faktor yang menyebabkan mobilitas sosial dari petani menjadi perajin melalui proses magang sebagai berikut :

1. Pengaruh media masa
     Media masa baik berupa elektronik maupun cetaktelah membawa pengaruh yang besar terhadap pola pikir masyarakat pedesaan. Selama ini media masa selalu mengangkat kesuksesan-kesuksaesan para perajin. Dengan demikian, lambat laun opini publik tersebut akhirnya mendo rong petani untuk menjadi perajin.

2. Dukungan keluarga dan masyarakat
    Keluarga, kerabat dan komunitas yang melatari kehidupan petani sering memberikan saran dan harapan yang besar untuk menjadi seorang perajin. Mereka selalu memandang orang-orang yang telah sukses berkat usaha menjadi seorang perajin industri kecil meskipun mereka masih berstatus magang atau buruh kontrak.

3. Sektor perekonomian indonesia yang lebih mengutamakan induatri daripada petanian
    Perokonimian negara kita yang ikut terbawa arus globalisasi dan kepentingan neoliberalisme (para pemilik modal) telah mendorong lajunya industrialisasi. Oleh karena itu, tidak mengherankan bahwa investasi yang mereka tanamkan lebih mengarah pada sektor industri.

4. Tingkat pendidikan yang rendah
    Rendahnya tingkat pedidikan mereka dan keahlian yang belum memadai, membuat mereka tidak meminliki sistem kontrol diri yang kuat. Konsep diri yang lemah ini membuat mereka mudah terbawah arus jaman.


V. Kesimpulan
     Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada beberapa faktor yang menyebabkan para petani melakukan mobilita sosial menjadi perajin. Jika tidak ada suatu program penyadaran baik dari pemerintah maupun masayarakat setempat, dapat dipastikan asil produksi pertanian akan makin berkurang sehingga negara pun akan mengimpor beras dari luar negeri.

Akhirnya, diharapkan penelitia ini mampu memberikan penyadaran pada masyarakat dan dapat menjadi masukan untuk pihak-pihak berwenang memberikan kebajikan.

Proposal Penulisan Ilmiah



MENGANALISIS FAKTOR YANG
MEMPENGARUHI
PERILAKU KONSUMEN DALAM PEMBELIAN SEPEDA MOTOR YAMAHA


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang

Di era globalisasi ini banyak sekali terdapat merk-merk sepeda motor yang ditawarkan kepada konsumen seperti merk YAMAHA, HONDA, SUZUKI, KAWASAKI, KTM dan lain sebagainya. Dimana masing-masing merk motor tersebut berusaha untuk membuat produknya lebih unggul dibandingkan merk lain maka, kegiatan pemasaran yang baik dan tepatlah yang memegang peranan yang penting dalam menunjang kelangsungan usaha dan perkembangan suatu perusahaan. Dengan kata lain pihak produsen harus mampu merebut hati konsumen akan hasil suatu produksi yang dijual dan berupaya untuk memuaskan konsumennya.

Dalam meahami perilaku konsumen tentu tidak mudah karena konsumen memiliki sifat yang berbeda-beda sebagaimana dari kebutuhan manusia yang tidak terbatas disamping dipengaruhi oleh kondisi eksternal dan internal lainnya yang berakibat langsung terhadap prilaku konsumen. Faktor eksternal tersebut meliputi, kebudayaan, sub budaya, kelas sosial, kelompok sosial, kelompok referensi, dan keluarga. Sedangkan faktor internalnya adalah faktor yang ada pada diri konsumen itu sendiri ( psikologis ) yang meliputi : belajar, kepribadian, dan konsep diri, serta sikap. ( Stanton,1996:155 ).

Dan oleh sebab itu, konsumen harus dapat mengendalikan perubahan prilaku tersebut dengan berusaha mengimbanginya, yakni dengan mempengaruhi konsumen dalam membeli produk yang ditawarkan dan melalui evaluasi berkala demi kelangsungan hidup produsen itu sendiri. Tidak semua sepeda motor diminati oleh sebagian besar konsumen yang ada, tetapi hanya beberapa saja.

Sepeda motor YAMAHA sepertinya sudah menjadi tuntutan para pengendara sepeda motor terutama pengendara yang tidak mau repot ketika mau memindahkan gigi motornya, karena motor ini tidak mengunakan sistem pemindah gigi pada motor bebek lainya. Melainkan ketika mengendarainya pengendara hanya cukup mengatur gas nya saja. Melihat keadaan ini penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai perilaku konsumen yang yang merupakan salah satu dasar dalam menerapkan strategi pemasaran untuk mencapai tujuan, yaitu memberikan kepuasan kepada konsumen,sehingga diharapkan dapat membawa kepada peningkatan penjualan yang berakibat langsung pada peningkatan pasar.
B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang di kemukakan,maka dapat diidentifikasikan beberapa hal sebagai berikut :

•    Banyaknya merk-merk sepeda motor yang ditawarkan oleh produsen kepada konsumen.
•    Sepeda motor merupakan salah satu alat transportasi yang cukup efesien dan mudah mengunakannya.
•    Pentingnya memahami prilaku konsumen untuk meningkatkan penjualan.
•    Sepeda motor YAMAHA diminati oleh mahasiswa Fakultas Ekonomi UNIHAZ.

Sehingga berdasarkan uraian diatas, maka permasalahannya dapat dirumuskan sebagai berikut :
1.    Apakah faktor-faktor seperti harga, selera, kualitas, harga jual kembali, prestice, dan promosi secara simultan mempengaruhi prilaku konsumen dalam membeli sepeda motor YAMAHA ?
2.    Dari faktor-faktor tersebut, faktor manakah yang paling dominan memberikan pengaruh terhadap prilaku konsumen terhadap pembelian sepeda motor YAMAHA !
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian

1.    Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka tujuan penelitian yang hendak dicapai adalah sebagai berikut :

1.1              Untuk mengetahui perilaku konsumen dalam pembelian sepeda motor YAMAHA, dilihat dari harga, selera, kuallitas, harga jual kembali, prestice, dan promosi.
1.2              Untuk mengetahui faktor yang paling dominan mempengaruhi prilaku konsumen dalam pemnelian sepeda motor YAMAHA.

2. Manfaat Penelitian
Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah sebagai berikut :
2.1              Penelitian ini diharapkan menjadi bahan pertimbangan dan masukan bagi perusahaan dalam menetapkan kebijakan dan strategi dibidang pemasaran untuk mengimbangi usaha bisnis mereka.
2.2              Diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi penelitian selanjutnya.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A.Landasan Teori
1.      Pengetian Pemasaran

Sehubungan dengan permasalahannya yang terdapat dalam penelitian ini maka diperlikan teori-teori dan konsep-konsep yang memerlukan penjelasan. Dalam banyak perusahaan dewasa ini, pemasaran memegang peranan sebagai suatu faktor penting untuk bertahan menjalan usaha dan bergelut dalam dunia persaingan. Pemasaran merupakan faktor penting sebagai strategi perusahaan dalam menjalankan usahanya terutama yang berhubungan dengan konsumen. Kata pemasaran berasal dari kata pasar, atau bisa juga diartikan dengan mekanisme yang mempertemukan permintaan dan penawaran.

Menurut Kotler ( 2002 : 9 ) “Pemasaran adalah proses sosial yang didalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan secara bebas mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain”.

Menurut Stanton ( 1996 : 6 ) “Pemasaran adalah suatu sistem keseluruhan dari kegatan-kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial.”

Menurut Lamb, Hair, Me Daniel ( 2001 : 6 ) “Pemasaran adalah suatu proses perencanaan dan menjalankan konsep, harga, promosi, dan sejumlah ide, barang dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang mampu memuaskan tujuan individu dan organisasi.”
Dari ketiga definisi diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa pada dasarnya pemasaran bukan hanya kegiatan menjual barang maupun jasa tetapi juga meliputi kegiatan untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan dengan berusaha mempengaruhi konsumen untuk bersedia membeli barang dan jasa perusahaan melalui penciptaan, penawaran, dan pertukaran produk yang bernilai.

Hal ini sangat penting bagi manajer pemasaran untuk memahami tingkah laku konsumen tersebut.Sehingga perusahaan dapat mengembangkan, menentukan harga, mempromosikan, dan mendistribusikan produk secara lebih baik. Dengan mempelajari prilaku konsumen, manajer akan mengetahui kesempatan, mengidentifikasi, serta menentukan segmentasi pasar                                                                         
2.      Prilaku Konsumen

Menurut Swasta ( 1996 : 6) “Prilaku konsumen dapat didefisikan sebagai kegiatan individu yang secara langsung terlibat dalam mendapatkan termasuk mempergunakan barang dan jasa keputusan pada persiapan dan menentukan kegiatan-kegiatan tersebut.”
Menurut Peter J. Paul dan Jerry C. Olson ( 200 : 6 ) “Prilaku konsumen merupakan interaksi dinamis antara pengaruh dan kondisi kejadian disekitar lingkungan, dimana manusia melakukan aspek pertukaran dalam kehidupan mereka.”

Dari dua jenis definisi di atas dilihat ada dua hal penting dari prilaku konsumen yaitu proses pengembalian keputusan dan kegiatan fisik yang semuanya ini melibatkan individu dalam menilai, mendapatlkan dan mempergunakan barang-barang dan jasa secara ekonomis. Dengan kata lain prilaku konsumen adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku konsumen dalam arti tindakan-tindakan yang dilakukan untuk membeli suatu barang atau jasa tertentu.

3. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Prilaku Pembelian Konsumen
a.      Kebudayan

Kebudayaan mempunyai pengaruh paling luas dan mendalam terhadap prilaku konsumen yang terdiri dari budaya, sub budaya, dan kelas sosial. Budaya merupakan karakter yang paling penting dari suatu sosial yang membedakannya hanyalah dari kelompok budaya lain menjadi penentu dan keinginan dan prilaku paling mendasar. Masing-masing budaya terdiri dari keseluruhan suatu budaya, terbagi dalam suatu strata atau kelas sosial, kelas sosial merupakan kelompok orang yang sama-sama mempertimbangkan secara dekat persamaan diantara mereka sendiri.
b.      Faktor Sosial

Pada umumnya konsumen sering meminta pendapat orang lain dari sekitar dan lingkungannya tentang produk apa yang akan dibeli. Karena itulah lingkungan sosial ini memberikan pengaruh terhadap prilaku konsumen, faktor sosial ini terdiri dari 3 ( tiga ) bagian, yaitu : kelompok acuan, keluarga, dan peran seseorang. Dengan pendapat yang diperoleh dari suatu kelompok maka konsumen dapat membuat keputusan kosumsi, keluaga sebagai organisasi pembelian konsumen yang paling penting juga berpengaruh secara langsung terhadap keputusan seseorang dalam membeli barang sehari-hari. Suatu produk atau merk dapat mengambarkan peran dan status pemakainya.
c. Faktor Pribadi

Mulai dari bayi hingga dewasa dan menjadi tua, manusia selalu membutuhkan barang dan jasa. Pilihan barang yang dibeli secara otomatis dipengaruhi oleh keadaan ekonomi dan gaya hidup yang bersangkutan. Gaya hidup adalah cara hidup seseorang yang terlihat melalui aktifitas dan gaya hidup mewah tentunya akan menentukan pilihan barang dan jasa yang berkualitas.

Selain itu kepribadian dan konsep diri juga mempengaruhi pilihan produk, konsep diri adalah bagaimana konsumen memprepsikan diri mereka sendiri yang meliputi sikap, persepsi-persepsi, keyakinan, dan evaluasi diri karena sangat berguna dalam menganalisis prilaku konsumen sehingga perusahaan mengunakan konsep yang berhubungan dengan keprinadian seseorang.
d. Faktor Psikologis

Sikap  pembelian psikologis dipengaruhi oleh 4 ( empat ) faktor psikologis utama yaitu : motivasi, persepsi, pembelajaran, dan kepercayaan. Motivasi merupakan bentuk yamg mendorong seseorang dalam melakukan sesuatu sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Melalui motivasi proses pengamatan dan belajar sesorang memperoleh kepercayaan terhadap suatu produk yang secara otomatis mempengaruhi prilaku pembelian konsumen. Para konsumen mengembangkan beberapa keyakinan mengenai ciri-ciri suatu produk dan selanjutnya akan membentuk suatu sikap konsumen terhadap produk tersebut.

e. Faktor Pribadi

Menurut Kotler ( 2002 : 204 ) “Tujuan pemasaran adalah mempengaruhi dan memuaskan kebutuhan serta keinginan pelanggan yang menjadi sasaran. Pada bidang prilaku konsumen ini mempelajari bagaimana individu, kelompok, dan organisasi memilih, membeli, memakai, dan membuang barang dan jasa, gagasan, atau pengalaman dalam rangka memuaskan keputusan dari hasrat mereka. Para perusahaan yang cermat melakukan riset atau quesioner atas proses keputusan yang ada dalam jenis produk mereka. Ketika membuat keputusan untuk membeli suatu produk kosumen melewati tahap-tahap sebagai berikut :

1.      Pengenalan Masalah

Proses pembelian dimulai saat pembeli mengenali sebuah masalah atau kebutuhan. pembeli merasakan perbedaan antara keadaan akatualnya dengan keadaan yang diingunkannya. Kebutuhan umum seseorang seperti lapar dan haus saat mencapai titik tertentu dapat menjadi dorongan. Kebutuhan dapat juga ditimbulkan oleh rangsangan eksternal seperti ketika seseorang memperhatikan atau melihat iklan mobil dan ingin membelinya. Dengan mengumpulkan informasi dari sejumlah konsumen, pemasar dapat mengidentifikasi rangasangan yang paling sering membangkitkan minat akan suatu jenis bproduk. Pemasar kemudian dapat membangkitkan strategi pemasaran yang mampu memacu minat konsumen.

2.      Pencarian Informasi

Saat seseorang mulai menyadari kebutuhannya, maka produk dan merk harus diidentifikasikan untuk memenuhi kebutuhannya. Dalam mencapai berbagai alternative untuk memuaskan kebutuhan konsumen dipengaruhi oleh  faktor-faktor seperti beberapa banyak biaya waktu, beberapa banyak informasi dari masa lalu dan sumber-sumber lain yang sudah dimiliki konsumen. Yang menjadi minat utama pemasar adalah sumber-sumber informasi utama yang menjadi acuan konsumen dan pengaruh relative dari tiap sumber tersebut terhadap kepuasan pembelian selanjutnya. Secara umum konsumen mendapatkan informasi tentang suatu produk dari sumber komersial yaitu sumber yang didiominasi oleh pemasar.

3.      Evaluasi Alternatif

Jika semua alternatif yang wajar diidentifikasikan, konsumen harus mengeveluasinya satu per satu sebagai persiapan untuk mengadakan pembelian. Kriteria evaluasi yang dipakai konsumen mencakup pengalaman masa lalu dan sikap terhadap aneka merk. Konsumen juga mendengarkan tanggapan-tanggapan keluarga dan orang lain. Beberapa konsep dasar akan membantu pemasar dalam memahami evaluasi konsumen yakni yang pertama, konsumen berusaha memenuhi suatu kebutuhan. Kedua, konsumen mencari manfaat tertentu dari suatu produk. Ketiga, konsumen memandand setiap produk sebagai sekumpulan atribut dengan kemampuan yang berbeda-beda dalam memberikan manfaat yang dicari untuk memuaskan kebutuhan.

4.      Keputusan Pembelian

Setelah mencari dan mengevaluasi berbagai alternative untuk memenuhi kebutuhan pada titik tertentu harus memutuskan antara membeli atau tidak membeli, jika keputusan yang diambil adalah membeli, konsumen harus membuat rangkaian keputusan yang menyangkut merk, harga, tempat penjualan, warna, dan lain-lain.

5.      Prilaku Paska Pembelian

Saat membeli suatu produk, bagi seseorang konsumen akan mengalami tingkat kepuasan dan ketidak puasan tertentu. Perasaan konsumen setelah melakukan pembelian dapat mempengaruhi pembelian ulang dan juga ditambah dengan apa yang dikatakn konsumen kepada teman atau kerabat tentang produk tersebut. Biasanya konsumen akan mengalami kecemasan purnabeli, kecemasan ini disebut disonasi kognitif purnabeli yang terjadi karena setiap alternative yang dihadapi konsumen memiliki kelebihan dan kekurangan.
B. Kerangka Analisa

Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kepuasan pelanggan sepeda motor YAMAHA dilingkungan mahasiswa Fakultas Ekonomi UNIHAZ

Tanggapan terhadap pelanggan

Tingkat kepuasan pelanggan sepeda motor YAMAHA dilingkungan mahasiswa Fakultas Ekonomi UNIHAZ
C. Hipotesis Penelitian
a.       Hipotesis I

Ho : Diduga faktor-faktor seperti harga, selera, kualitas, harga jual kembali, prestice, dan promosi, secara simultan tidak berpengaruh terhadap prilaku konsumen dalam pembelian sepeda motor YAMAHA.
Ha : Diduga faktor-faktor seperti harga, selera, kualitas, harga jual kembali, prestice, dan promosi, secara simultan berpengaruh terhadap prilaku konsumen dalam pembelian sepeda motor YAMAHA.
b.      Hipotesis II

Ho : Diduga faktor kualitas tidak mempunyai pengaruh dominan terhadap prilaku konsumen dalam pembelian sepeda motor YAMAHA dilingkungan Fakultas Ekonomi UNIHAZ.
Ha :  Diduga faktor kualitas mempunyai pengaruh dominan terhadap prilaku konsumen dalam pembelian sepeda motor YAMAHA dilingkungan Fakultas Ekonomi UNIHAZ.

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

A. Lokasi Penelitian

Penelitian ini mengambil lokasi pada Fakultas Ekonomi Universitas Prof. DR. Hazairin. SH yang beralamatkan Jl. Jend. A. YANI NO.1 telp ( 0736 ) 21536, 20956 Bengkulu.

B. Populasi dan Sampel

1.      Populasi penelitian
Populasi dalam penelitian ini mencakup seluruh mahasiswa Fakultas Ekonomi UNIHAZ yang membeli sepeda motor YAMAHA.

2.      Sampel Penelitian
Karena jumlah populasi yang sangat besar yaitu lebih dari 100 dan keterbatasan waktu, serta tenaga yang dimiliki, maka jumlah yang akan diambil sebanyak 50 responden yang terdapat dalam populasi tersebut. Dimana menurut Arikunto ( 2002 : 12 ) jika populasi lebih dari 100 orang maka diambil sampai 5%-10% atau 20%-30% dari jumlah populasi. Sedangkan menurut Guilford ( 1987 : 125 ) jumlah sampel yang diambil adalah lebih besar dari persyaratan minimal sebanyak 30 responden dimana semakin besar sampel akan memberikan hasil yang akurat.

C. Jenis dan Sumber Data

1.      Jenis Data
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini berupa :
a. Data Kualitatif
Yaitu data yang berbentuk kata, kalimat, skema, dan gambar, seperti literatur-literatur serta teori-teori yang berkaitan dengan penelitian penulis.
b. Data Kualintatif
Yaitu data yang berbentuk angka atau data kualitatif yang diangkakan ( scoring ).

2.      Sumber Data
Sumber data dalam penelitian ini berupa :
a.       Data Primer
Yaitu data yang diperoleh langsung dari responden penelitian melalui wawancara dan quesioner di lapangan.                                                                                                                                                       D.    Teknik Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah :
a.       Interview
Yaitu suatu metode yang secara langsung mengadakan wawancara kepada koresponden dengan beberapa pertanyaan untuk mendapatkan data primer.
b.      Quesioner
Yaitu teknik pengambilan data dengan memberikan seperangkat pertanyaan atau pertanyaan tertulis kepada responden untuk menjawab.

E. Variabel Penelitian
Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah :
1.      Variabel Terikat ( Y )
Yaitu, perilaku konsumen dalam membeli sepeda motor dilingkungan mahasiswa Fakultas Ekonomi UNIHAZ.
2.      Variabel Bebas ( X )
Harga , selera, kualitas, harga jual kembali, prestice, dan promosi. Untuk mengetahui hasil tanggapan responden terhadap variabel-variabel penelitian maka digunakan data interval skala 0-10, sedangkan untuk mengetahui pengukuran dan interprestasi data, maka data internal dibagi menjadi 5 ( lima ) skor interval sebagai berikut 

   0 ≤ 2 skor 1
2,1 ≤ 4 skor 2
4,1 ≤ 6 skor 3
6.1 ≤ 8 skor 4
8,1 ≤ 10 skor 5

F. Defenisi Operasional Variabel

1.     Harga ( X.1 )
Melihat tanggapan konsumen mengenai variabel harga-harga sepeda motor YAMAHA dibandingkan dengan produk yang sejenis.

 X.1.1 Perbandingan dengan harga pesaing
Tanggapan konsumen terhadap perbandingan harga sepeda motor YAMAHA dengan sepeda motor lain seperti, HONDA, SUZUKI KAWASAKI, dan lain-lain. Diukur dalam rupiah.
X.1.2 Harga yang ditetapkan
Tanggapan konsumen terhadap harga yang ditetapkan dari produk yang dibeli konsumen. Diukur dalam rupiah.


2.     Selera ( X.2 )
Gambaran produk sepeda motor YAMAHA yang diinginkan konsumen dalam memberikan kesenangan dan kepuasan. Indikatornya adalah :
X.2.1 Jenis Model
Penilaian konsumen terhadap berbagai tipe pilihan sepeda motor YAMAHA  yang ditawarkan oleh produsen.
X.2.2 Warna
Penilaian konsumen terhadap ragam pilihan warna yang ada pada sepeda motor YAMAHA.
X.2.3 Penampilan Luar atau Body
Penilaian penampilan luar sepeda motor YAMAHA dibandingkan dengan produk pesaingnya.
X.2.4 Ukuran Isi Sylinder Mesin atau CC
Penilaian konsumen terhadap ukuran isi sylinder mesin atau cc terhadap sepeda motor YAMAHA dibandingkan produk pesaingnya.
Ketiga indikator diatas diukur berdasarkan tingkat kesenangan dan kepuasan konsumen.

3.     Kualitas ( X3 )
Melihat tanggapan konsumen terhadap kualitas sepeda motor YAMAHA.
X.3.1 Kenyamanan
Penilaian konsumen pada saat mengunakan sepeda motor YAMAHA.
X.3.2 Daya Tahan
Penilaian konsumen terhadap usia operasional sepeda motor YAMAHA yang diharapkan dalam berbagai kondisi cuaca.
   
4.     Harga Jual Kembali ( X4 )
Mengetahui tanggapan kosumen terhadap harga jual kembali dan kemudahan dalam memasarkan produk yang sudah dipakai.
X.4.1 Harga Jual Kembali
        Penilaian konsumen terhadap harga sepeda motor YAMAHA. Diukur dalam rupiah.
X.4.2 Pemasaran Produk Purna Pakai
        Penilaian konsumen terhadap tingkat kemudahan pemasaran dan penerimaan dari konsumen lainnya terhadap harga jual sepeda motor YAMAHA purna pakai. Di ukur berdasarkan perlakuan.

5.     Prestice ( X5 )
Nilai kebanggan yang dirasakan seseorang akibat penggunaan suatu produk. Diukur dari tingkat kesenangan konsumen.

6.     Promosi ( X6 )
Suatu bentuk komunikasi pemasaran seperti akivitas untuk menyebarkan informasi, mempengaruhi, membujuk konsumennya untuk membeli sepeda motor YAMAHA.
X.6.1 Iklan
Tanggapan konsumen terhadap iklan sepeda motor YAMAHA yang disampaikan oleh pemasar. Dapat diukur dari frekuensi, luas jangkauan, serta ukuran.
X.6.2  Hadiah
Respon konsumen terhadap sikap simpatik pemasar pada saat membeli sepeda motor YAMAHA. Diukur berdasarkan tingkat kesenangan konsumen.

G. Uji Validasi dan Reabilitasi Instrumen Penelitian

Uji Validasi dan Reabilitasi instrumen penelitian ini dimaksudkan agar data yang diproleh dengan cara penyetaraan quesioner valid dan reliable. Instrumen dikatakan valid jika mampu mengukur apa yang diinginkan dan mampu mengungkapkan data yang diteliti secara tepat. Tinggi rendahnya instrumen menunjukan sejauh mana data yang dikumpulkan tidak menyimpang dari gambaran variabel yang dimaksud ( Suharsimi Arikunto, 145 : 2002 )

Uji validasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji validasi item, yaitu menguji terhadap kualitas item-itemnya, yaitu dengan menghitung koreasi antara setiap item dengan skor total sebagai kriteria validitasnya.

Uji realibilitas bertujuan untuk menguji sejauh mana alat ukur dapat dipercaya atau diandalkan. Pengukuran realibilitasi dilakukan dengan menggunakan koefesien Alpha Cronbach (a). Dimana biasanya reabilitas minimal 0,5.

H. Teknik Analisa Data

Data yang terkumpul akan dianalisis menggunakan teknik analisis statistik dengan menggunakan program SPPS, dimana rumus statistik yang digunakan adalah Linier Multiple Regression ( regresi liniear berganda ), dimana fungsinya adalah :

Y = a + b1. .X.1 + b2 .  X2  +  3 + X3  +  b4 . X4  +  b5. X5  +  b6. X6  + e

Fungsi tersebut menerangkan hubungan antara dua variabel bebas ( X ) dan variabel terikat ( Y ), Dimana :
Y : Prilaku konsumen
a : Konstanta
b1 s/d b6 : Koofesien Regresi
          X1 : Harga
          X2 : Selera
          X3 : Kualitas
          X4 : Harga Jual Kembali
          X5 : Prestise
          X6 : Promosi
             e : Faktor ganguan

I.       Uji asumsi Klasik
a.       Uji Multikolinieritas
Uji multikolinieritas digunakan untuk mengetahui ada tidaknya kolerasi antara variabel indipendent, jika terjadi kolerasi maka terdapat problem multikolinieritas. Untuk mengetahui ada tidaknya multikolonieritas antar variabel, dapat dilihat dari Variabel Inflation ( VIF )  dari masing-masing variabel bebas terdapat variabel terikat. Jika nilai VIF kurang dari sepuluh dapat dinyatakan tidak terjadi multikolinieritas ( Gujarati, 1995 ).

b.      Uji Heteroskedastisitas
Uji heterskedastisitas digunakan untuk menguji apakah dalam model regresi tidak terjadi kesamaan varian dari residual suatu pengamatan yang lain. Jika varial residual dari suatu pengamat kepengamatan yang lain tetap, maka disebut omoskedasitisitas. Dan jika varian berbeda disebut heteroskedastisitas ( Santoso, Singgih 2002 : 208 ). Untuk mengetahui ada tidaknya heteroskedastisitas dalm penelitian ini mengunakan metode Sperman Rank Corellation. Apabila hasil pengujian menunjunkan lebih dari α = 5% maka tidak ada heteroskedastisitas.

c.       Uji Autokorelasi
Uji autokolerasi digunakan untuk mengetahui apakah dalam pesamaan regrasi mengandung korelasi atau tidak diantara variabel penggangu. Menurut Singgih Santoso ( 2002 : 219 ) untuk mengetahui adanya autokoelasi digunakan uji Durbin-Watson mendekati angka 2 ( dua ) berarti tidak ada autokorelasi.
d.      Uji Normalitas
Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah model regresi, variabel independent, variabel dependent, atau keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak. Untuk mengetahuinya digunakan uji Kolmongorov-Smirnov, menurut Singgih Santoso ( 2001 : 214 ) pedoman pengambilan keputusan dalam uji normalitas yaitu, bila nilai Sig atau signifikan lebih besar daripada 0,005 maka distribusi adalah normalitas ( simetris ).